Situs pasaran bola – Tuduhan Keane yang Pedas

Sama bagaikan Morrissey, Keane nggak pernah was-was buat mengungkapkan apa yg dia pikirkan. Seandainya Morrissey selalu menyindir kolotnya susunan hidup dalam Inggris sana, ataupun mengritik keluarga kerajaan, oleh karena itu siapalah yang nggak pernah dikritik oleh Keane. Untuk tokoh & kapten Manchester United, dia menghasilkan perpisahan dengan mengritik terang-terangan rekan satu timnya sampai menciptakan kuping si pelatih merahtest1

Sang pembimbing, Gaib Alex Ferguson, bukan orang asal-asalan. Sejauh kariernya, dia terbiasa melakukan keberatan terhadap kata putus wasit sekiranya dirasa merugikan timnya. Imbasnya, Ferguson berulang kali memperoleh kompensasi dr federasi. Bahwa Ferguson yg tukang protes aja sampai dengan merah mengindahkan kritik Keane, entah gimana rekan-rekannya waktu itu.

Dgn dalil utk menjaga status kru tetap kontributif, Ferguson pun ambil kesimpulan dalam memohon Keane pergi. Kapten yang pernah memberikannya treble di 1999 tersebut dilepasnya jauh lebih ke Utara, ke Glasgow, guna main bersama Celtic.

Keane yang saat itu sudah menganeksasi senjakala kariernya tidak tampil lama bersama Celtic. Sesudah cuma tampil 10 kali di Liga Skotlandia bersama Celtic, Keane memutuskan dalam purna bakti. Laga testimonialnya bagi United digelar dalam tahun tersebut juga, di 2006, serta katanya jadi pertengkaran testimonial teramat dahsyat ditonton di Inggris Raya.

Pada kepergian Keane, gak ada lagi kapten pemarah dalam club United. Tidak ada lagi kapten yg menghardik rekan-rekannya dengan julukan “udah kesialan gairah soalnya tenggelam di pada Rolex juga mobil mewah” tiap saat pemain bermain tanpa gairah. Ya, sekeras apa pun seruannya, ataupun semerah apa pun telinga dibuatnya, teriakan Keane kerap kali benar.

Selesai jadi pemain, Keane mencoba jadi nasib serupa manajer. Tapi, perjalanan kariernya sejajar manajer relatif lebih hening. Satu-satunya kesuksesannya merupakan membawa Sunderland promosi pada Premier League pada 2007, selebihnya tidak ada lagi. Tak ada ingar bingar trofi seperti saat dia tampil dahulu.

Biarpun demikian, ingar bingarnya setaraf seorang manusia masih tetap ada. Bagaikan sebuah mesin yang senantiasa panas, bahan bakar Keane guna siap terus hidup yaitu intensitas serta rasa bebasnya utk bertingkah laku dan bersuara apa yang dia hendaki. Terlebih tatkala udah enggak memerankan seorang manajer pun, Keane enggak sunyi dr sorotan. Otobiografi teranyarnya, yg mengritik banyak orang-orang yang sempat bersinggungan dengannya, hanyalah suatu rupa kecil.

Saat masih memerankan asisten Paul Lambert di Aston Villa, Keane dengan wajah lurus juga hampir gak berekspresi menyangkal menjabat tangan daripada Jose Mourinho. Sebabnya mudah, duel belum kelar saat tersebut, walaupun Chelsea sedang ada di dalam keadaan unggul. Usai kompetisi, Keane menyatakan bahwa Mourinho pasti sudah kena tinju bila bertingkah laku semacam tersebut di Sunday League –liga non-profesional yg dimainkan setiap hari Minggu.

Keane kini tidak lagi menjadi asisten Lambert dalam Villa. Via pernyataannya pekan silam, dia mengesahkan enggak dapat fokus total dengan jabatan ganda yg masa ini dipegangnya: selaku asisten manajer pada Villa serta sebagai asisten manajer di pasukan nasional Republik Irlandia. Hasilnya, Keane memilih guna melepas jabatannya dalam Villa.

Di timnas Irlandia kendati dia bukannya adem-adem aja. Sebelum duel menentang Skotlandia, dia dikabarkan tercemplung kerusuhan dgn fans pada depan hotel skuad sampai-sampai 1 buah ambulans didatangkan ke lokasi masalah. Namun, Keane dinyatakan tak bersalah di kegaduhan itu. Tim timnas Irlandia pun langsung melepaskan uraian juga pembelaan terhadap Keane.